Anak Sukabumi Ini Dikurung di Kamar Sempit Selama 8 Tahun - Warta 24 Jawa Barat
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Anak Sukabumi Ini Dikurung di Kamar Sempit Selama 8 Tahun

Anak Sukabumi Ini Dikurung di Kamar Sempit Selama 8 Tahun

Senin 27 November 2017, 21:16 WIB Anak Sukabumi Ini Dikurung di Kamar Sempit Selama 8 Tahun Syahdan Alamsyah - detikNews Anak lelaki ini dibawa dar…

Anak Sukabumi Ini Dikurung di Kamar Sempit Selama 8 Tahun

Senin 27 November 2017, 21:16 WIB Anak Sukabumi Ini Dikurung di Kamar Sempit Selama 8 Tahun Syahdan Alamsyah - detikNews Anak Sukabumi Ini Dikurung di Kamar Sempit Selama 8 TahunAnak lelaki ini dibawa dari rumahnya oleh relawan untuk menjalani perawatan di rumah sakit. (Foto: istimewa) Kabupaten Sukabumi - Seorang anak lelaki berkebutuhan khusus, Ija (14), ditemukan dalam keadaan memprihatinkan. Dia terpaksa dikurung selama delapan tahun di kamar sempit oleh ibunya, Mak Oon (50).
Kisah Ija terdengar Deni Solang (53) selaku pemilik sekaligus pengelola Panti Aura Welas Asih (AWA), Palabuhanratu Sukabumi, Jawa Barat. Sang bocah y ang sempat menjalani pemeriksaan medis di RSUD Palabuhanratu itu langsung diboyong Deni dan relawan panti tersebut.
"Mak Oon berstatus orang tua tunggal. Mak Oon ngebesarin anak itu (Ija) dan adiknya yang masih kecil," kata Deni via telepon, Senin (27/11/2017).
Ia menyebut anak itu dikurung di kamar ukuran 1 x 2 meter. Keadaannya memprihatinkan.
"Dia (Ija) makan di situ, buang air juga di situ (kamar). Sudah delapan tahun di kamar. Dia tidak bisa berjalan," ujar Deni.
Deni Solang (kopiah) bersama relawan saat membawa bocah yang dikurung dalam kamar.Deni Solang (kopiah) bersama relawan saat membawa bocah yang dikurung dalam kamar. (Foto: istimewa)
Relawan Panti AWA menjemput Ija di kediamannya Mak Oon, Kampung Cigadog, RT 1 RW 1, Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, 22 November lalu. Hari itu juga relawan memboyong Ija ke rumah sakit.
"Ibunya tidak berdaya secara ekonomi. Setiap hari dia (Mak Oon) banting tulang, kadang memijat. Apa saja dia lakukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, jadi anak itu (Ija) tidak terpantau. Kalau keluar dari ruangan, dia mainnya jauh sehingga Mak Oon kerepotan mencari. Akhirnya dia (Ija) terpaksa dikurung," tutur Deni.
Usai menjalani perawatan hingga 24 November, bocah tersebut berangsur membaik. Kini Deni bingung lantaran karena Panti AWA miliknya tidak berpengalaman menangani anak berkebutuhan khusus.
"Mau kita masukin panti, jelas enggak mungkin. Masa disatuin dengan penderita gangguan jiwa? Untuk sementara saya urus dia (Ija) di rumah, sambil menunggu semoga dari Kementerian Sosial mau menangani anak ini," ucap Deni.
(bbn/bbn)Sumber: Google News | Warta 24 Sukabumi

Tidak ada komentar