Bocah Manusia Kamar di Simpenan Tunggu Perhatian Dinsos ... - Warta 24 Jawa Barat
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Bocah Manusia Kamar di Simpenan Tunggu Perhatian Dinsos ...

Bocah Manusia Kamar di Simpenan Tunggu Perhatian Dinsos ...

SUKABUMIUPDATE.com - Ija (14 tahun), bocah asal Kampung Cigadog, Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi kini tak lagi dikurung di dalam kamar. Namun, Ia m…

Bocah Manusia Kamar di Simpenan Tunggu Perhatian Dinsos ...

SUKABUMIUPDATE.com - Ija (14 tahun), bocah asal Kampung Cigadog, Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi kini tak lagi dikurung di dalam kamar. Namun, Ia masih menanti perhatian dari instansi terkait.Usai dievakuasi, Ija tinggal sementara di rumah Ketua Yayasan Aura Welas Asih, Deni Solang. Ia perlu bantuan instansi terkait untuk ditempatkan di panti sosial untuk anak berkebutuhan khusus."Harapan saya, kemensos atau dinsos bisa membantu agar Ija bisa dirawat di panti yang mampu merawat anak dengan kebutuhan khusus," ujar Deni Solang, Selasa (28/11/2017).Deni menjelaskan, fungsi kesejahteraan sosial di pemerintah kecamatan setempat atau Kabupaten Sukabumi sekalipun, terlihat belum mampu untuk mencari solusi. Ia heran, apa kah penanganan Ija harus melibatkan instansi langsung dari pemerintah pusat."Mengingat delapan tahun Ija sudah menderita dan kesepian, pemerintah jangan menunggu bola. Harusnya menjemput bola, " kata Deni.Apalagi, Ija berasal dari kalangan keluarga miskin. Kemiskinan keluarga Ija dinilai belum terdeteksi pemerintah daerah.Deni menilai, kegiatan sosial seharusnya mendapat dukungan dari pemerintah. Ia berharap, dinas terkait dapat bersinergi agar orang yang terjaring dalam kegiatan sosial dapat langsung disalurkan ke Rumah Sakit Jiwa atau panti."Atau ke lembaga kesejahteraan sosial (LKS) binaan dinas sosial," kata Deni."Saya yakin masih banyak adik Ija lainnya, yang belum ditemukan di wilayah Kabupaten Sukabumi ini," sambung Deni.Jadi, bila ada panti sosial dengan kebutuhan khusus, maka tutur Deni, bisa merehabilitasi mental dan fisik anak anak disabilitas. Termasuk Ija. "Agar bila dewasa nanti Ija bisa mandiri meski masa kecil nya kelam," pung kasnya.Sumber: Google News | Warta 24 Sukabumi

Tidak ada komentar