Carica Dieng Yuasa Food Dipasarkan ke Luar Negeri - Warta 24 Jawa Barat
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Carica Dieng Yuasa Food Dipasarkan ke Luar Negeri

Carica Dieng Yuasa Food Dipasarkan ke Luar Negeri

Kompas.com/Nazar Nurdin Proses pembuatan Carica, buah tangan khas dari Dieng�������������������������������������������������������������������������������������������������������…

Carica Dieng Yuasa Food Dipasarkan ke Luar Negeri

Proses pembuatan Carica, buah tangan khas dari DiengKompas.com/Nazar Nurdin Proses pembuatan Carica, buah tangan khas dari Dieng

SEMARANG, KOMPAS.com â€" Carica memang identik dengan buah tangan dari kawasan dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah. Hal itu benar adanya, karena memang Carica merupakan satu-satunya buah yang hidup di Indonesia.

Pohon Carica sendiri seperti pohon pepaya, namun dalam ukuran yang lebih pendek. Buah pohon Carica juga seperti pepaya, namun dalam ukuran lebih kecil. Buah Carica yang telah masak berubah warna menjadi kuning.

Carica yang telah masak kemudian diolah menjadi sejumlah olahan mak anan, baik itu manisan, sirup, hingga keripik. Biji dari Carica juga saat ini dikembangkan sebagai minyak. Biji Carica masih dalam penelitian.

Baca juga : 3.500 Lampion Diterbangkan ke Langit Dieng

Direktur Yuasa Food Trisila Juwantara, mengatakan, Carica hanya dapat ditanam di kawasan Dieng. Area tanam buah itu sekitar 300 hektar.

Carica umumnya ditanam secara tumpangsari dengan tanaman lainnya. Karena ditanam secara tumpangsari, pohon Carica kerap dijumpai di pematang rumah-rumah penduduk.

“Carica ini lagi mulai dipersiapkan ke luar negeri, karena permintaan tinggi. Carica juga tanpa pengawet,” kata Trisila, kepada Kompas.com, pertengahan November 2017.

Untuk mengolah Carica, diperlukan proses yang sederhana. Carica yang diproses adalah yang telah masak dari pohonnya, atau yang beralih warna kekuning-kuningan. Carica kemudian dikupas hingga kelihatan warna kuning dagingnya.

Usai dikupas, kemudian dicuci dengan air hangat. Daging Carica berwarna kuning kemudian dipotong kecil-kecil, sementara biji Carica dipisahkan dari dagingnya. Potongan kecil itu dibersihkan kembali, kemudian dilakukan penggodokan. Air dan potongan dipisahkan.

Proses selanjutnya adalah pengepakan. Di area pengepakan, hanya beberapa karyawan yang bertugas, karena disterilkan dari tempat lainnya.

“Ini mau dikirm ke Thailand, ekperimen ke sana. Lalu nanti di Jerman, dan Paris (Prancis),” tambahnya.

Di Pasar lokal, Carica khas Dieng selain dipasarkan di area Wonosobo, juga telah sampai di wilayah tetangga. Sejumlah toko retail juga menjajakkan produk Carica olahannya.

“Kami produksi 1 ton perhari. Pasarnya di Indonesia ada di pusat oleh -oleh, restoran dan supermarket,” katanya.

Trisila mengatakan, produknya digandrungi karena proses yang higienis. Proses pengolahan juga tidak menambahkan bahan pengawet.

“Proses yang kami lakukan ini higienis, karena semua dikerjakan dengan tenag a manusia dilengkapi dengan standar kerja. Carica juga diambil ketika sudah matang,” tambahnya.

Selain Carica, Trisila juga tengah mengembangkan manisan cabe. Ya, cabai yang relatif pedas itu disulap menjadi manisan yang hangat bagi tubuh.

Carica Yuasa Food merupakan salah satu usaha kecil dan menengah (UMKM) dari Kabupaten Wonosobo yang hendak dipromosikan ke dunia. Produk-produk dari unit kegiatan ini terus dipromosikan agar dapat dikenal semua kalangan.

Kompas TV Hingga kini, lokasi wisata kawah Sileri, masih ditutup untuk umum.

Berita Terkait

Terganjal Sengketa, Potensi Panas Bumi Dieng-Patuha Tak Tergarap

Terkini Lainnya

Gunung Agung Erupsi, Citilink Batalkan Penerbangan Surabaya-Lombok

Gunung Agung Erupsi, Citilink Batalkan Penerbangan Surabaya-Lombok

Makro 26/11/2017, 18:35 WIB Bandara Lombok Ditutup Sementara akibat Letusan Gunung Agung

Bandara Lombok Ditu tup Sementara akibat Letusan Gunung Agung

Makro 26/11/2017, 18:29 WIB Garuda Indonesia Batalkan Penerbangan dari dan ke Lombok

Garuda Indonesia Batalkan Penerbangan dari dan ke Lombok

Makro 26/11/2017, 18:23 WIB UMKM 'Go Online', Trik Indonesia Jadi Kekuatan Ekonomi di 2030

UMKM "Go Online", Trik Indonesia Jadi Kekuatan Ekonomi di 2030

BrandzView 26/11/2017, 17:44 WIB 2018, PT Inti Boyong Pabrik Sharp ke Bandung

2018, PT Inti Boyong Pabrik Sharp ke Bandung

Bisnis 26/11/2017, 15:30 WIB Ditantang Menteri Rini, PT Inti Akhirnya Keluar dari Rapor Merah

Ditantang Menteri Rini, PT Inti Akhirnya Keluar dari Rapor Merah

Bisnis 26/11/2017, 14:30 WIB Zaman Sekarang, Masih Perlukah Beli Mobil?

Zaman Sekarang, Masih Perlukah Beli Mobil?

BrandzView 26/11/2017, 14:01 WIB Akomodasi Miliaran Data Wajib Pajak, DJP Ganti Sistem Informasi

Akomodasi Miliaran Data Wajib Pajak, DJP Ganti Sistem Informasi

Makro 26/11/2017, 13:00 WIB Gunung Agung Erupsi, Maskapai Domestik Masih Operasikan Rute Bali

Gunung Agung Erupsi, Maskapai Domestik Masih Operasikan Rute Bali

Bisnis 26/11/2017, 12:36 WIB AirNav: Bandara Bali dan Lombok Masih Normal

AirNav: Bandara Bali dan Lombok Masih Normal

Makro 26/11/2017, 12:12 WIB Peserta Keterbukaan Informasi Pajak Internasional Dekati Negara Berpotensi Suaka Pajak

Peserta Keterbukaan Informasi Pajak Internasional Dekati Negara Berpotensi Suaka Pajak

Makro 26/11/2017, 12:01 WIB Indonesia Optimistis Penuhi Syarat Keterbukaan Informasi Pajak Internasional

Indonesia Optimistis Penuhi Syarat Keterbukaan Informasi Pajak Internasional

Makro 26/11/2017, 11:33 WIB Kemenhub Belum Keluarkan Notam Penutupan Bandara I Gusti Ngurah Rai

Kemenhub Belum Keluarkan Notam Penutupan Bandara I Gusti Ngurah Rai

Makro 26/11/2017, 11:22 WIB Gunung Agung Erupsi Status Peringatan Penerbangan Merah

Gunung Agung Erupsi Status Peringatan Penerbangan Merah

Makro 26/11/2017, 11:06 WIB Menhub: Stiker Taksi Online untuk Bedakan yang Resmi dan Tidak

Menhub: Stiker Taksi Online untuk Bedakan yang Resmi dan Tidak

Rilis 26/11/2017, 09:34 WIB Load MoreSumber: Google News | Warta 24 Kabupaten Kuningan

Tidak ada komentar