Ratusan Warga Karawang Derita Kusta - Warta 24 Jawa Barat
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Ratusan Warga Karawang Derita Kusta

Ratusan Warga Karawang Derita Kusta

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG -- Kabupaten Karawang masih belum terbebas dari kasus penderita kusta. Sampai saat ini, tercatat 250 warga menderita penyakit tersebut.
Penderita kusta itu tersebar ham…

Ratusan Warga Karawang Derita Kusta

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG -- Kabupaten Karawang masih belum terbebas dari kasus penderita kusta. Sampai saat ini, tercatat 250 warga menderita penyakit tersebut.
Penderita kusta itu tersebar hampir di seluruh kecamatan di wilayah yang terkenal dengan sebutan kota pangkal perjuangan ini. Kabid P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang Sri Sugihartati mengatakan, penyakit kusta ini tidak menyebabkan kematian. Akan tetapi, penderitanya akan mengalami kecacatan seumur hidup.
"Kusta itu ada dua macam, ada yang basah dan kering. Keduanya, menimbulkan kecacatan permanen," ujar Sri kepada Republika.co.id, Senin (27/11).
Meskipun tak berakibat fatal, lanjut Sri, penyakit ini mendapat perhatian serius dari pemerintah. Bahkan, penderitanya terus diawasi. Serta, mendapatkan pengobatan.
Penyakit yang disebabkan oleh kuman mycobacterium leprae ini, tidak cepat menular. Apalagi, pada warga de ngan daya tahan tubuh yang bagus. Tetapi, lanjut Sri, tetap harus diwaspadai. Sebab, bila terinfeksi kuman ini, maka akan menyerang kulit, saraf, mata, selaput lendir hidung, otot, tulang, bahkan buah zakar. "Siapapun bisa tertular dari penderita kusta basah yang belum terobati. Makanya, kita selalu mengawasi keberadaan penderita kusta," ujarnya.
Salah satu penderita kusta, Yadi (21 tahun), warga Kampung Cinyemplak, Dusun Ciguha RT 09/04, Desa Kosambibatu, Kecamatan Cilebar, mengaku, sampai sekarang dirinya belum mendapat perhatian pemerintah. Padahal, tubuh Yadi sudah digerogoti kuman lepra tersebut. "Sejak setahun lalu, tubuh saya seperti ini. Daging di kaki dan tangan mengelupas sedikit-sedikit. Kulit juga sudah melepuh kehitaman," ujarnya.
Penyakit Yadi ini muncul pada 2016 lalu. Saat itu, dirinya pulang ke rumah seusai menggali tanah dan lumpur. Setibanya di rumah yang dihuni berdua dengan kakaknya, Yadi mengeluhkan meriang. Esok hari setelah bangun tidur, muncul bintik merah di telinga. Lalu menyebar ke wajah, tangan, badan sampai kaki.
"Bintik-bintik merah itu, menggelembung lalu pecah mengeluarkan nanah. Adik saya dibawa ke RSUD, kata dokternya terinfeksi lepra," ujar Acim, Kakak kandung Yadi.

Sumber: Google News | Warta 24 Karawang

Tidak ada komentar