Santri Iseng Main Api, Pesantren Darunnajah Bogor Terbakar - Warta 24 Jawa Barat
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Santri Iseng Main Api, Pesantren Darunnajah Bogor Terbakar

Santri Iseng Main Api, Pesantren Darunnajah Bogor Terbakar

Liputan6.com, Bogor - Sepuluh ruangan Pondok Pesantren Darunnajah di Kampung Cipining, Desa Argapura, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, kebakaran, Minggu 26 November 201…

Santri Iseng Main Api, Pesantren Darunnajah Bogor Terbakar

Liputan6.com, Bogor - Sepuluh ruangan Pondok Pesantren Darunnajah di Kampung Cipining, Desa Argapura, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, kebakaran, Minggu 26 November 2017 sekitar pukul 16.30 WIB.

Kebakaran diduga dipicu ulah iseng santri yang main bakar-bakaran di dalam salah satu ruang kelas.

  • Kebakaran di Pasuruan Tewaskan Warga yang Tertidur Lelap
  • VIDEO: Berkat Mimpi, Polisi Temukan 1 Jenazah Korban Pabrik Kembang Api
  • VIDEO: Mengharukan, Suasana Pemakaman Korban Kebakaran Pabrik Kembang Api

Beruntung tak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. Namun, kerugian materil akibat kebakaran yang menghanguskan bangunan ponpes ini diperkirakan mencapai lebih dari Rp 1 miliar.

"Api padam 1,5 jam kemudian," ujar Camat Cigudeg Asep Sajidin, saat dikonfirmasi.

Kebakaran berawal dari keisengan seorang santri menyulut api di ruang kelas VI sekolah dasar milik ponpes pimpinan KH Jamhari Abdul Jalal, sekitar pukul 16.00 WIB.

"Entah lagi bakar apa di dalam ruang kelas itu. Tiba-tiba ada bahan yang terbakar, terus membesar," ujar Asep.

Santri tersebut sempat memadamkan api dengan selimut basah. Kemudian meninggalkan begitu saja tanpa memastikan api benar-benar sudah padam.

"Dikira api sudah padam, ternyata masih nyala," kata Asep.

Api kemudian dengan cepat membakar ruang kelas tersebut dan terus menjalar hingga membakar 9 ruangan lainnya, yakni 4 ruang kelas, 4 ruangan guru, dan 1 ruangan staf.

"Ada 10 ruangan yang terbakar," sebut Asep.

Sejumlah santri pun dibuat panik. Sementara beberapa guru yang ada di pesantren tersebut berupaya memadamkan api dengan alat seadanya.

Satu unit mobil pemadam kebakaran dari Leuwiliang diterjunkan untuk memadamkan api.

1 dari 2 halaman

Dipindah

Asep menyatakan, pihak pe santren masih memiliki asrama lain untuk menampung sebanyak 96 orang santri laki-laki yang beraktifitas pada lima ruangan yang terbakar itu.

Terkait kejadian ini, pihak kecamatan akan mendorong Pemerintah Kabupaten Bogor mencari solusi agar aktivitas belajar mengajar para santri tidak terganggu.

"Jumlahnya sangat banyak. Sekitar 1.000 lebih. Ini yang akan kami bantu supaya mereka tidak terganggu belajarnya," pungkas Asep.

Saksikan vidio pilihan di bawah ini:

Sumber: Google News | Warta 24 Bogor

Tidak ada komentar