Siaga 1 Bencana Cuaca Ekstrem, Kapolsek dan Camat Dilarang Libur - Warta 24 Jawa Barat
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Siaga 1 Bencana Cuaca Ekstrem, Kapolsek dan Camat Dilarang Libur

Siaga 1 Bencana Cuaca Ekstrem, Kapolsek dan Camat Dilarang Libur

Jajaran Kepolisian Resor Kuningan bersama Pemerintah Kabupaten Kuningan menggelar Apel Siaga Tanggap Bencana 2017 di halaman Mapolres Kuningan. FOTO: M TAUFIK/RADAR …

Siaga 1 Bencana Cuaca Ekstrem, Kapolsek dan Camat Dilarang Libur

Jajaran Kepolisian Resor Kuningan bersama Pemerintah Kabupaten Kuningan menggelar Apel Siaga Tanggap Bencana 2017 di halaman Mapolres Kuningan. FOTO: M TAUFIK/RADAR KUNINGAN

KUNINGAN-Jajaran Kepolisian Resor Kuningan bersama Pemerintah Kabupaten Kuningan menggelar Apel Siaga Tanggap Bencana 2017 di halaman Mapolres Kuningan, Senin (27/11).
Apel Siaga Tanggap Bencana 2017 tersebut diikuti unsur TNI, Polri, Dishub, Damkar, Satpol PP, Senkom dan Linmas, dihadiri Bupati Kuningan Acep Purnama dan sejumlah unsur pejabat Forkopimda Kuningan.

Kapolres Kuningan AKBP Yuldi Yusman bertindak sebagai inspektur upacara dalam sambutannya mengungkapkan, apel siaga ini bertujuan untuk melaksanakan peng ecekan kesiapan dan penyamaan persepsi sekaligus sebagai ajang pemantapan khususnya Polres Kuningan dan jajaran, bersama-sama dengan instansi terkait lainnya untuk bersinergi dalam rangka penanggulangan bencana alam yang dimungkinkan dapat terjadi di wilayah Kabupaten Kuningan.

“Letak geografis wilayah Kabupaten Kuningan yang berbukit dan banyak terdapat aliran sungai sangat berpotensi terjadi bencana tanah longsor dan banjir di musim penghujan kali ini. Bahkan beberapa bencana tanah longsor sudah beberapa kali terjadi, sehingga tidak menutup kemungkinan bencana serupa akan kembali terjadi mengingat curah hujan diprediksi masih tinggi ke depannya,” kata Yuldi.

Untuk menghadapi hal ini, kata Yuldi, perlu adanya koordinasi dan komunikasi yang baik di antara pihak-pihak yang hadir dalam upacara apel siaga bencana kali ini sebagai pihak yang bakal terlibat langsung dalam hal penanganan kedaruratan bencana.
Dari unsur kepolisian, kata Yuldi, pihaknya siap menerjunka n 2/3 personel yang ada untuk penanganan bencana jika terjadi. Sejumlah peralatan yang dimiliki seperti perahu karet, pelampung hingga sekop telah disiapkan untuk penanganan bencana yang mungkin terjadi nanti.

“Saya instruksikan juga kepada seluruh kapolsek untuk selalu siaga 24 jam, terutama ketika terjadi hujan deras dengan durasi waktu cukup lama untuk tetap di kantor. Pantau wilayahnya dari kemungkinan terjadi bencana, dan upayakan antisipasi dini jika menemukan tanda-tanda atau gejala ancaman bencana baik tanah longsor, banjir ataupun lainnya,” kata Yuldi.

Senada diungkapkan Bupati Kuningan Acep Purnama yang mengharapkan sinergitas semua unsur terkait kebencanaan di Kabupaten Kuningan terjalin harmonis. Menurut dia, komunikasi yang baik seluruh unsur yang hadir dalam Apel Siaga Tanggap Bencana kali ini sangat dibutuhkan untuk penanganan darurat bencana mulai dari pra bencana, evakuasi hingga sesudahnya.

“Saya mengapresiasi kegiatan apel siaga bencana ini sebagai bentuk sinergitas semua unsur dalam menghadapi kemungkinan bencana yang mungkin terjadi di musim penghujan ini. Namun demikian, kita semua berharap apa pun bencana tersebut semoga tidak sampai terjadi di Kabupaten Kuningan,” kata Acep.
Senada dengan Kapolres, Acep juga telah menginstruksikan kepada seluruh kepala desa dan camat untuk selalu siaga di wilayah tugasnya masing-masing setiap kali hujan terjadi. Hal ini dimaksudkan agar setiap potensi maupun kebencanaan yang terjadi bisa terpantau langsung dan dikoordinasikan dengan instansi terkait untuk segera dilakukan tindakan dan penanganannya.

Sementara itu Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan Agus Mauludin mengatakan, hampir seluruh wilayah di Kabupaten Kuningan tergolong rawan bencana di musim hujan ini. Yaitu potensi bencana tanah longsor di daerah yang berada di wilayah Barat, Selatan dan sebagian wilayah Timur, sedangkan lainnya rawan bencana banjir.

“K ami tidak bisa memprediksi daerah tertentu bebas dari ancaman bencana. Contohnya tahun lalu, daerah Utara yang selama ini tercatat sebagai daerah aman ternyata mengalami bencana banjir. Oleh karena itu, musim penghujan seperti sekarang perlu diwaspadai oleh semua pihak dan jangan sampai lengah,” kata Agus.

Sebagai bentuk kesiapsiagaan BPBD dalam menghadapi situasi ini, Agus mengatakan, pihaknya telah menyiapkan segala kebutuhan mulai dari peralatan, logistik dan SDM. Selain itu juga telah menyebarkan informasi baik melalui selebaran maupun pesan singkat dan imbauan melalui media sosial tentang prediksi cuaca dari BMKG dan potensi bencana yang perlu diwaspadai.

“Melalui informasi tersebut, diharapkan menjadi perhatian bagi masyarakat terutama pemangku kebijakan di wilayahnya untuk selalu waspada dengan segala kemungkinan yang terjadi,” ujar Agus. (fik)

Sumber: Google News | Warta 24 Kabupaten Kuningan

Tidak ada komentar